WAKTU
oleh: Susi Andarwati
Maafkan aku yang memang sering, bahkan selalu melalaikan, dan melupakanmu. Bahkan, aku benci, jikalau aku tatkala terlena oleh perhiasan dunia yang melumpuhkanku. Terlebih, ketika aku sibuk memainkan 'barang kesayanganku' yang super canggih yang membuatku bebas berselancar di dunia manapun yang aku mau. Aku tahu, bahwa engkau adalah anugerah dan kesempatan terindah yang Dia berikan untukku, tapi... bodohnya aku yang selalu mengacuhkan keberadaanmu. Kini aku ingin lebih bermesraan denganmu, memperhatikanmu, dan menggunakanmu dengan bijak, karna Sabda Rasulullah SAW pun menyadarkanku bahwa 2 nikmat yang sering manusia sia-sia kan yakni Kesempatan dan kesehatan. Dengan segala penyelasan, maafkan aku duhai Waktu yang telah aku dzalimi keberadaanmu, padahal aku tahu bahwa azal kapan pun kan tiba, dan seketika kau tak ingin memberikan luang lagi untukku.
Komentar
Posting Komentar